Metro, bloknesia.net — Universitas Muhammadiyah (UM) Metro mewisuda sebanyak 345 mahasiswa dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Gedung Sesat Agung, Kota Metro, Lampung, Sabtu (8/8/2026). Pada kesempatan yang sama, kampus tersebut juga meluncurkan Program Studi Kedokteran Hewan Profesi Dokter Hewan.

Para lulusan yang diwisuda berasal dari jenjang pascasarjana, sarjana, dan diploma. Momentum ini sekaligus menandai langkah baru UM Metro dalam pengembangan pendidikan di bidang kesehatan hewan.

Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan bentuk pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada masyarakat atas proses pendidikan yang telah dijalankan.

“Wisuda bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban Universitas Muhammadiyah Metro kepada masyarakat atas proses pendidikan yang telah dijalankan,” ujarnya.

Menurutnya, momen wisuda juga menjadi refleksi perjalanan UM Metro dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan nilai-nilai berkemajuan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, UM Metro juga terus melakukan transformasi layanan akademik berbasis teknologi digital. Pengembangan tersebut mencakup pemanfaatan sistem pembelajaran daring seperti SPADA serta pembangunan berbagai sistem informasi untuk mendukung aktivitas mahasiswa dan dosen.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian atau menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung.

“IPM menjadi salah satu hal yang ingin kita tingkatkan. Perguruan tinggi merupakan instrumen penting untuk mendorong hal tersebut,” kata Jihan.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Dengan jumlah penduduk yang besar, Lampung menghadapi tantangan untuk mengubah potensi demografi menjadi keuntungan.

“Potensi sumber daya manusia harus diolah, pengetahuannya diperkuat, keterampilannya dibentuk, dan karakternya dibangun agar selaras dengan kebutuhan pembangunan,” ujarnya.

UM Metro berkomitmen terus memperkuat kualitas pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan pembangunan, seiring meningkatnya peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan daerah dan nasional.