SITUBONDO, bloknesia.net – Suasana khidmat menjelang pelaksanaan Haul Masyayikh Nusantara di Alun-alun Situbondo, Jawa Timur, berubah menjadi momen haru penuh kehangatan, Minggu (19/7/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyambut kedatangan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas.
Dalam momen tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu tampak membungkuk dan mencium tangan Azwar Anas sebagai bentuk penghormatan. Aksi tersebut langsung mencuri perhatian para jemaah yang telah memadati lokasi acara.
Kedatangan Azwar Anas ke lokasi didampingi sang istri, Ipuk Fiestiandani. Ketiganya kemudian berjalan bersama menuju area utama, menyusuri lautan jemaah yang memadati alun-alun.
Ratusan ribu jemaah tampak mengenakan busana serba putih, menciptakan pemandangan yang kerap disebut sebagai “lautan putih” dalam setiap gelaran haul tersebut.
Melihat antusiasme masyarakat, Azwar Anas mengaku terkesan dengan besarnya partisipasi jemaah dalam kegiatan keagamaan tersebut.
“Saya kira kegiatan ini luar biasa, jemaahnya banyak, para ulama dan masyarakat bisa berkumpul. Ini luar biasa,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan, tidak hanya bagi Situbondo, tetapi juga bagi Indonesia secara luas.
“Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan, bukan hanya untuk Situbondo, tetapi untuk Indonesia,” tambahnya.
Haul Masyayikh Nusantara dinilai bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya tradisi spiritual dan kebersamaan masyarakat.
Bupati Situbondo, Mas Rio, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Azwar Anas dan Ipuk Fiestiandani dalam acara tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Azwar Anas dan Mbak Ipuk yang telah berkenan hadir di Haul Masyayikh Nusantara,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh tersebut menjadi penyemangat bagi panitia dan seluruh jemaah untuk terus menjaga tradisi sholawat serta mendoakan para masyayikh.
“Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi kami dan seluruh jemaah untuk terus merawat tradisi sholawat, mendoakan para masyayikh, serta memohon keberkahan bagi Situbondo dan Indonesia,” pungkasnya.
