SURABAYA, bloknesia.net — Ledakan keras disertai guncangan terjadi di restoran Nasi Tempong Sri Dewi, San Antonio Shopping Street, Jalan Kalisari Utara 1, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026) pagi.

Ledakan tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka berat. Kelimanya sempat mendapat penanganan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Provinsi Jawa Timur sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Komisaris Besar Luthfie Sulistiawan mengatakan, ledakan diduga berkaitan dengan tabung elpiji yang digunakan di restoran tersebut. Namun, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.

“Nasi Tempong Sri Dewi diketahui menggunakan sejumlah tabung elpiji berukuran 12 kilogram dan 50 kilogram. Pemicu ledakan dalam penyelidikan,” kata Luthfie di lokasi kejadian.

Ledakan juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 26 kedai, restoran, dan toko dalam radius hingga sekitar 50 meter dari titik kejadian. Sebanyak 15 rumah tinggal yang berada di belakang deretan kedai nasi tempong turut terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga sedang.

Selain bangunan, ledakan mengakibatkan satu truk, lima mobil, dan tujuh sepeda motor yang sedang terparkir di sekitar lokasi mengalami kerusakan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 hingga 07.15 WIB. Saat kejadian, kawasan yang didominasi kedai dan restoran kuliner itu belum beroperasi dan belum banyak pegawai maupun pengelola yang datang. Sejumlah pekerja Nasi Tempong Sri Dewi diketahui telah berada di lokasi.

Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, tim penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab ledakan. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut melakukan pembersihan pecahan kaca dan material bangunan di sekitar lokasi.

Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Timur Komisaris Dyan Vicky Sandhi mengatakan, pemeriksaan awal tidak menemukan bahan peledak maupun bom rakitan di lokasi.

“Dugaan kami ledakan karena gas,” ujar Dyan.

Berdasarkan dugaan sementara, terdapat tabung elpiji yang mengalami kebocoran sehingga gas keluar dan terperangkap di dalam bangunan. Gas tersebut diduga tersulut ketika terdapat sumber api setelah pekerja datang. Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Seorang warga Mulyosari, Suhartono, mengatakan dirinya mendengar suara ledakan keras dari arah utara rumahnya di kawasan Pakuwon City.

“Saya mau berangkat dari rumah, eh, ada ledakan keras. Saya kemudian tahu ada restoran yang meledak di San Antonio,” katanya.

Sementara itu, Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi mengatakan, deretan pertokoan yang terdampak ledakan tersebut sudah tidak lagi dimiliki maupun dikelola oleh Pakuwon Group.

Menurut dia, unit-unit di San Antonio Shopping Street saat ini telah dimiliki secara pribadi ataupun oleh badan usaha.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber dan penyebab ledakan serta mendata dampak kerusakan yang ditimbulkan.