Surabaya, bloknesia.net — Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menyatakan akan memanggil pemilik pusat perbelanjaan terkait pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal yang dinilai menimbulkan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat.

Menurut Zuhri, pemasangan pagar tinggi tersebut mencerminkan kekhawatiran berlebihan serta dapat menimbulkan persepsi kurangnya kepercayaan terhadap sistem pengamanan yang telah dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya.

“Kita akan sikapi. Rasa takut boleh saja, tapi Surabaya, termasuk Forkopimda, sudah memberikan antisipasi,” ujar Zuhri, Jumat (7/8/2026).

Ia menegaskan, Forkopimda telah memantau isu-isu yang berkembang terkait potensi gangguan keamanan. Namun, ia memastikan kondisi Kota Surabaya tetap aman dan kondusif.

“Kita sudah menangkap isu-isu itu, tapi yakinkan Surabaya pasti aman, jangan membangun opini berlebihan,” katanya.

Zuhri juga mengimbau para pengusaha pusat perbelanjaan agar tidak bersikap berlebihan dalam merespons isu keamanan.

“Kita sarankan pengusaha pemilik mal jangan paranoid. Itu terkesan menunjukkan tidak yakin terhadap Forkopimda Surabaya,” tegasnya.

Selain itu, DPRD akan meminta komisi terkait untuk memanggil asosiasi pengusaha mal guna membahas pemasangan pagar tersebut secara bersama-sama.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, termasuk kabar mengenai potensi kerusuhan.

“Isu-isu yang berkembang soal akan ada kerusuhan tidak perlu didengar. Surabaya pasti aman,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya menyatakan akan berkoordinasi dengan pengelola pusat perbelanjaan terkait pemasangan pagar di area mal. Ia menilai pagar yang terlalu tinggi dapat mengurangi estetika kota dan menimbulkan kesan kondisi keamanan yang tidak kondusif.

Pemasangan pagar di sejumlah mal milik Pakuwon Group sempat menjadi perbincangan di media sosial. Sebagian warga bahkan mengaitkannya dengan kondisi ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, membantah adanya persoalan ekonomi di balik pemasangan pagar. Ia menyebut langkah tersebut murni untuk kepentingan pengelolaan kawasan.

Sutandi juga memastikan pihaknya akan menyesuaikan tinggi pagar sesuai imbauan Pemerintah Kota Surabaya.

“Kami akan rapikan sesuai imbauan Pak Eri Cahyadi untuk menjaga estetika kota. Yang kami rapikan di TP dan Pakuwon Barat,” katanya.

Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga kenyamanan, keamanan, serta estetika kota.