Jakarta, Bloknesia.net — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa jumlah pegawai negeri sipil (PNS) terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan peningkatan signifikan jumlah pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Menurut Zudan, tren penurunan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga diperlukan langkah untuk kembali menambah jumlah PNS. Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, Kamis (16/7/2026).
“Ini perlu kita menambah jumlah PNS karena pertumbuhan PNS kita mengalami minus growth,” ujar Zudan.
Ia menjelaskan, jumlah PNS saat ini tercatat sebanyak 3.480.108 orang. Angka tersebut menyusut sekitar 410.000 orang dibandingkan data tahun 2022 yang mencapai 3.890.579 orang.
Di sisi lain, jumlah PPPK justru mengalami lonjakan signifikan. Jika pada 2022 hanya sebanyak 363.934 orang, kini meningkat menjadi 2.076.163 orang.
Tak hanya itu, jumlah PPPK juga bertambah dengan adanya skema PPPK paruh waktu yang mulai diperkenalkan pada 2025.
Saat ini, jumlah PPPK paruh waktu telah mencapai 1.220.600 orang, meningkat dari 947.421 orang pada awal penerapannya.
Lonjakan jumlah PPPK tersebut turut mendorong peningkatan total aparatur sipil negara (ASN). Per 1 Juli 2026, jumlah ASN tercatat mencapai 6.776.871 orang, naik signifikan dibandingkan 2022 yang berjumlah 4.254.579 orang.
Zudan menegaskan bahwa tren penurunan PNS perlu menjadi perhatian bersama. Dalam lima tahun terakhir, jumlah PNS berkurang sekitar 410 ribu orang, sementara PPPK meningkat sangat pesat.
“Yang harus kita cermati adalah tren penurunan PNS. Dalam lima tahun terakhir, PNS kita berkurang 410 ribu, sementara PPPK meningkat sangat pesat,” tegasnya.
