SURABAYA, bloknesia.net — Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jawa Timur menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional dengan capaian produksi gula, padi, dan pengembangan kedelai yang terus meningkat.

“Jawa Timur memiliki peran sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu.

Ia menjelaskan, sektor pergulaan Jatim menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih mencapai sekitar 1,34 juta ton atau tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Untuk memperkuat capaian tersebut, Pemprov Jatim menjalankan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare serta Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare pada 2026. Total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare di 24 kabupaten sentra.

Selain itu, Jawa Timur juga menjadi salah satu lumbung padi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi di Jatim pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari luasan tersebut, produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara sekitar 6,03 juta ton beras konsumsi.

Pengembangan kedelai juga terus diperkuat melalui peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani guna meningkatkan produksi dalam negeri.

Khofifah menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah, TNI, penyuluh pertanian, serta petani.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis Indonesia akan semakin cepat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan,” katanya.