Jatim, bloknesia.net — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jawa Timur mencatatkan capaian tertinggi secara nasional dalam nilai transaksi. Hingga 7 Juli 2026, total transaksi KDMP di provinsi ini mencapai Rp17,45 miliar, atau lebih dari separuh total transaksi nasional yang tercatat sebesar Rp30,06 miliar.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai tingginya nilai transaksi menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di tingkat desa mulai bergerak aktif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Alhamdulillah. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa, termasuk pengurus koperasi dan masyarakat.
“Target kita koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.
Ia menegaskan, tantangan ke depan adalah memastikan koperasi mampu berkembang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang profesional, sehat, dan berkelanjutan.
“Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di Jawa Timur untuk terus meningkatkan pelayanan, memperluas usaha, dan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.
Selain itu, Khofifah juga mendorong KDMP untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, seperti UMKM, BUMDes, kelompok tani, nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif, guna membangun ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
