Surabaya, bloknesia.net – Ikatan Raka Raki Jawa Timur (IRARI Jatim) menyatakan sikap tegas terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan salah satu anggotanya yang tengah menjadi sorotan publik.
Melalui surat pernyataan resmi tertanggal 8 Agustus 2026, organisasi duta wisata tersebut mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, pelecehan, maupun penyalahgunaan kekuasaan yang dinilai melanggar hukum, etika, dan nilai kemanusiaan.
“Kami menyatakan sikap tegas atas dugaan tindakan kekerasan seksual yang melibatkan anggota organisasi,” demikian kutipan pernyataan resmi IRARI Jatim.
Dalam merespons kasus yang tengah viral di media sosial itu, IRARI Jatim menegaskan komitmennya untuk menindak terduga pelaku sesuai aturan internal organisasi. Namun, proses tersebut tetap dilakukan dengan menghormati mekanisme investigasi yang sedang berjalan.
Sebagai langkah konkret, IRARI Jatim telah membentuk tim independen guna mengusut kasus tersebut secara adil dan transparan.
“Kami membentuk tim independen yang adil dan transparan untuk mengusut tuntas kasus ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, organisasi juga menekankan bahwa keselamatan, pemulihan, serta kerahasiaan identitas korban menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini. IRARI Jatim membuka saluran pelaporan yang aman bagi korban maupun saksi yang memiliki informasi terkait dugaan peristiwa serupa.
Dalam pernyataannya, IRARI Jatim juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi, serta berkomitmen untuk memperbaiki sistem pencegahan di internal organisasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun aparat penegak hukum terkait status kasus tersebut. Proses penelusuran dan klarifikasi masih berlangsung.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat dan menegaskan pentingnya penanganan dugaan kekerasan seksual secara serius, transparan, serta mengedepankan perlindungan terhadap korban.
