SITUBONDO, bloknesia.net — Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menghidupkan kembali permainan tradisional melalui Festival Permainan Tradisional yang digelar di Alun-Alun Situbondo, Selasa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208.

Festival ini diikuti ribuan siswa sekolah dasar yang didampingi guru dari sekolah masing-masing. Beragam permainan tradisional diperkenalkan kepada para peserta, di antaranya egrang bambu, balap karung, congklak, serta permainan tradisional lainnya.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, pengenalan permainan tradisional kepada anak-anak penting dilakukan sebagai bagian dari upaya melestarikan kebudayaan sekaligus membangun kemampuan bersosialisasi.

“Pada puncak Hari Jadi Kabupaten Situbondo ke-208, kami memutuskan untuk memberikan pembinaan kepada anak-anak dan pelestarian permainan tradisional,” kata Rio seusai membuka Festival Permainan Tradisional di Alun-Alun Situbondo.

Menurutnya, permainan tradisional dapat menjadi alternatif bagi anak-anak dari aktivitas bermain yang terlalu bergantung pada perangkat gawai. Melalui permainan yang dilakukan secara berkelompok, anak-anak dapat berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung dengan teman-temannya.

“Ke depan, harapan kami permainan tradisional bukan lagi sekadar perlombaan, tetapi menjadi pilihan utama masyarakat sehingga anak-anak dapat mengurangi bermain gawai. Kami juga telah membuat kebijakan tersebut di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Rio menambahkan, permainan tradisional memiliki nilai edukatif karena mendorong anak-anak untuk saling berkomunikasi, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Ia berharap pelestarian permainan tradisional tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi dapat terus dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Permainan tradisional mengajarkan anak untuk saling peduli. Mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung, berbeda dengan penggunaan gawai yang berpotensi membuat anak kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo Husna Laili turut hadir dan ikut memperagakan permainan lompat tali menggunakan untaian karet gelang.

Festival Permainan Tradisional tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo memperkenalkan kembali permainan yang menjadi bagian dari warisan budaya kepada generasi muda, sekaligus mendorong aktivitas bermain yang melibatkan interaksi sosial secara langsung.