JATIM, bloknesia.net – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) menegaskan peran penting guru bimbingan konseling (BK) dan kepala sekolah dalam mengawasi penerapan larangan rokok konvensional maupun rokok elektrik di lingkungan sekolah.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus dilakukan secara aktif dan berkelanjutan oleh seluruh unsur sekolah.

“Kami minta guru BK, kepala sekolah, dan wali kelas benar-benar terlibat aktif melakukan pengawasan. Ini tidak bisa hanya formalitas, tapi harus menjadi bagian dari keseharian di sekolah,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Aries, pengawasan yang konsisten sangat penting untuk memastikan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berjalan efektif dan tidak sekadar aturan di atas kertas. Karena itu, pihaknya juga akan melakukan sidak secara berkala untuk memantau kepatuhan di lapangan.

“Pemantauan harus rutin, dan sidak akan kami lakukan sewaktu-waktu agar terlihat sejauh mana kepatuhan sekolah dalam menerapkan aturan ini,” katanya.

Selain pengawasan internal, Dindik Jatim turut mendukung langkah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur dalam membatasi akses rokok di sekitar sekolah.

Pembatasan tersebut mencakup radius 100 hingga 200 meter dari lingkungan sekolah, sebagaimana diatur dalam nota kesepahaman (MoU) antarinstansi.

Aries menilai keterlibatan aktif guru BK dan kepala sekolah menjadi kunci utama dalam pencegahan, mengingat mereka berinteraksi langsung dengan murid setiap hari.

“Peran guru BK sangat strategis dalam pembinaan, sementara kepala sekolah memastikan kebijakan berjalan. Jadi semua harus bergerak bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, rokok, termasuk rokok elektrik, memiliki dampak serius bagi kesehatan anak, sehingga pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, baik di dalam maupun di sekitar sekolah.

Dindik Jatim berharap langkah ini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari rokok di seluruh Jawa Timur.