SUMENEP, bloknesia.net — Seorang anak yang disebut menjadi korban dugaan tindakan asusila oleh seorang guru di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga kini belum mendapatkan pendampingan psikologis.

Kuasa hukum korban, Ach Syaifur Rizal, mengatakan keterbatasan layanan psikologis di wilayah kepulauan menjadi salah satu kendala dalam proses pendampingan korban.

“Di Kangean itu pulau, tidak ada psikiater dan tidak ada psikolog,” kata Rizal, Selasa (6/10/2026).

Menurut Rizal, pendampingan terhadap korban direncanakan dilakukan ketika korban menjalani proses pendampingan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Sumenep pada Jumat mendatang.

“Jumat mau ke Sumenep. Mungkin di sana akan ada pendampingan,” ujarnya.

Selain pendampingan melalui layanan yang tersedia, pihak keluarga bersama kuasa hukum juga berencana mencari psikolog independen untuk membantu memulihkan kondisi psikologis korban.

“Yang menangani sementara Unit PPA. Nanti kami juga akan mencoba mencari psikolog independen,” kata Rizal.

Di sisi lain, korban disebut untuk sementara berhenti mengikuti kegiatan sekolah. Keputusan tersebut diambil setelah korban mengalami tekanan dari lingkungan sekolah usai informasi mengenai kasus yang dialaminya diketahui sejumlah teman.

Rizal menyebut korban sempat kembali masuk sekolah, tetapi kemudian mengalami perundungan secara verbal.

“Dia sempat masuk sekali ke SMP. Setelah masuk, dia banyak mendapat bullying. Setelah itu sampai sekarang tidak masuk lagi,” ujarnya.

Menurut Rizal, kondisi tersebut membuat korban belum siap kembali bersekolah. Ia pun menyarankan agar korban tidak dipaksakan kembali ke sekolah sebelum kondisi psikologisnya lebih siap.

Rizal mengatakan perundungan yang dialami korban berkaitan dengan informasi mengenai kasus yang telah beredar di sejumlah media. Kondisi tersebut, menurut dia, menambah tekanan yang harus dihadapi korban.

“Intinya, pola pikir teman-temannya karena anak ini sudah menjadi korban dan informasinya sudah tersebar di beberapa media,” katanya.