SURABAYA, bloknesia.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, menyiapkan ratusan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari berbagai angkatan untuk berperan sebagai Duta Kampung Pancasila pada 2027.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, peran Paskibraka diharapkan tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan tugas pengibaran bendera. Para pemuda tersebut didorong untuk membawa nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan ke lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Saya ingin nanti Paskibraka ini menjadi Duta Kampung Pancasila. Saya ingin Surabaya dipenuhi oleh pemuda, Surabaya dijaga oleh pemuda, dan Surabaya dipertahankan oleh para pemuda,” kata Eri di Surabaya, Selasa.

Menurut Eri, Paskibraka tidak hanya dibentuk sebagai pasukan yang bertugas dalam upacara pengibaran bendera. Selama menjalani pendidikan dan pelatihan, mereka ditempa dengan kedisiplinan, kepemimpinan, kekompakan, serta kemampuan menghargai dan menguatkan satu sama lain.

Ia menyebut, sejak 2022 hingga 2026 terdapat sekitar lima angkatan Paskibraka Surabaya dengan jumlah anggota sekitar 100 orang setiap angkatan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan generasi muda dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Eri berpesan agar semangat yang dibangun selama menjadi Paskibraka tetap dipertahankan ketika para anggota kembali ke lingkungan masing-masing.

“Ketika kalian kembali ke rumah masing-masing, semangat Paskibraka jangan pernah luntur. Jadilah pemuda yang berani menjadi pelopor untuk mempertahankan kemerdekaan, menjaga keamanan, kebersamaan, dan kekeluargaan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendidikan Paskibraka yang berlangsung sekitar dua pekan tidak hanya berorientasi pada pembentukan kemampuan fisik. Aspek mental dan karakter juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Para peserta dilatih untuk memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika melakukan kesalahan, serta memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan.

“Yang paling penting bukan hanya fisiknya, tetapi mental. Bagaimana kalian saling menghargai, memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, dan saling menguatkan ketika ada yang terjatuh,” tuturnya.

Eri berharap pengalaman selama menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal bagi para pemuda untuk berkembang sebagai calon pemimpin di masa depan. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu, tetapi juga kemampuan membangun dan menggerakkan tim.

“Pemimpin itu bukan orang yang merasa paling hebat atau paling baik. Pemimpin adalah orang yang mampu membangun tim yang kuat dan besar,” katanya.

Melalui rencana tersebut, Pemkot Surabaya berharap para alumni Paskibraka dapat mengambil peran lebih luas di masyarakat, terutama dalam memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampung.