Jakarta, bloknesia.net – Desainer Ivan Gunawan kembali menghadirkan karya fesyen berbasis wastra Nusantara melalui ekshibisi bertajuk NUSANOVA 2.0 “Sekar Jagat” yang digelar di Galeri Jakarta Selatan.

Pameran tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus ruang bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat karya fesyen karya Ivan Gunawan.

“Dalam rangka perayaan HUT RI yang ke-81, saya juga ingin memberikan kontribusi dan hiburan khususnya buat insan fesyen, kolektor kain, sekolah-sekolah fesyen, hingga fesyen enthusiast untuk bisa melihat koleksi saya dari dekat,” ujar Ivan dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu (8/8/2026).

Dalam ekshibisi ini, batik Madura menjadi fokus utama yang diolah dalam bentuk instalasi seni mode kontemporer hingga koleksi busana siap pakai (ready-to-wear). Ivan mengangkat motif Sekar Jagat dengan pendekatan berbeda, yakni memecah susunan motif dalam satu kain menjadi beberapa bagian busana serta menambahkan aplikasi payet untuk memperkuat detail.

Menurut Ivan, pemilihan batik Madura sebagai material utama dilakukan untuk memberikan eksplorasi yang lebih mendalam terhadap karakter kain.

“Primadona dari koleksi ini adalah batik Madura dengan motif Sekar Jagat. Dalam satu helai kain terdapat beberapa lapisan motif,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep yang diusung dalam koleksi tersebut adalah Avant-Garde, yang memadukan kekayaan wastra Nusantara dengan gaya mode kontemporer. Melalui konsep ini, ia berharap busana berbasis wastra dapat digunakan dalam berbagai ajang bergengsi, termasuk acara internasional.

“Saya mengambil konsep Avant-Garde, di mana busana wastra bisa dipakai di red carpet maupun event internasional,” ujarnya.

Berbeda dengan edisi pertama yang menggabungkan berbagai jenis wastra seperti tenun, songket, dan batik, pada NUSANOVA 2.0 Ivan memilih untuk fokus pada satu material utama, yakni batik Madura.

“Pada edisi pertama saya menggunakan banyak wastra, seperti tenun, songket, dan batik. Sekarang saya memilih satu primadona, yaitu batik Madura,” jelasnya.

Ivan menilai batik Madura memiliki karakter kuat, kaya motif, dan warna yang ceria, sehingga selaras dengan karakter desain yang diusungnya. Dalam proses kreatifnya, ia juga mengeksplorasi teknik draping untuk membentuk busana tanpa banyak potongan.

Selain koleksi eksklusif untuk pameran, Ivan juga menghadirkan lini busana siap pakai yang dapat dibeli oleh pengunjung. Koleksi tersebut dirancang tetap mengedepankan unsur wastra Nusantara dengan sentuhan modern dan fungsional.

Ivan menegaskan bahwa dirinya tidak sekadar mengikuti tren fesyen global, melainkan berupaya menciptakan tren melalui karya desainnya sendiri.

“Alhamdulillah tidak mengikuti tren yang ada di luar, tetapi saya menciptakan tren versi saya sendiri,” katanya.

Melalui NUSANOVA 2.0 “Sekar Jagat”, Ivan berharap pameran ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi pencinta fesyen, khususnya pelajar sekolah mode. Ia juga berencana menghadirkan pameran serupa dengan skala yang lebih besar di masa mendatang.