Surabaya, bloknesia.net – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin prosesi first steel cutting atau pemotongan baja pertama pembangunan kapal selam Scorpène Evolved di fasilitas produksi PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/8). Tahapan ini menandai dimulainya konstruksi fisik kapal selam yang menjadi bagian dari penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.

Dalam keterangannya, Muhammad Ali menyebut prosesi tersebut sebagai implementasi nyata kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis di sektor pertahanan.

“Prosesi pemotongan baja pertama ini merupakan wujud nyata implementasi kerja sama strategis antara Republik Indonesia dan Republik Prancis di bidang pertahanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, modernisasi alutsista menjadi kebutuhan strategis seiring dinamika geopolitik kawasan serta potensi ancaman yang semakin kompleks. Selain memperkuat kemampuan tempur bawah laut TNI AL, pembangunan kapal selam ini juga diarahkan untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Menurut Ali, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan penguasaan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan rancang bangun dan pemeliharaan kapal selam di dalam negeri.

“Dari awal di Indonesia, bahkan mungkin di kawasan ASEAN, kita termasuk yang pertama membangun kapal selam di dalam negeri. Ini menjadi langkah positif untuk mendorong kemandirian industri pertahanan,” katanya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan platform pertahanan, tetapi juga pada penguatan kapasitas industri nasional.

“Yang dibangun bukan hanya kapal selam, tetapi juga kompetensi engineer Indonesia, penguasaan teknologi, dan ekosistem industri untuk masa depan,” ujarnya.

Pembangunan dua unit kapal selam Scorpène Evolved merupakan bagian dari kontrak kerja sama yang berlaku efektif sejak 23 Juli 2025, dengan target penyelesaian selama 96 bulan atau sekitar delapan tahun.

Seluruh proses produksi dilakukan di Surabaya melalui skema alih teknologi (transfer of technology) bersama perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group. Sejumlah insinyur dan teknisi PT PAL telah menjalani pelatihan di Prancis, mencakup konstruksi, sistem mekanikal, pengelasan, kelistrikan, serta pengendalian mutu.

Setelah tahap pemotongan baja, proyek akan berlanjut ke tahapan perakitan struktur utama (keel laying), peluncuran kapal, hingga penyelesaian sistem dan uji coba sebelum diserahkan kepada TNI AL.

Kapal selam Scorpène Evolved dirancang dengan teknologi siluman, sistem persenjataan modern, serta baterai lithium-ion yang memungkinkan daya tahan operasi lebih lama dan kemampuan menghindari deteksi.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026, kedua negara sepakat meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif, termasuk di sektor pertahanan.

PT PAL Indonesia menyatakan bahwa proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan industri pertahanan maritim di kawasan.