Jakarta, bloknesia.net – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance menyatakan kesiapan untuk memimpin konsorsium asuransi dalam memberikan perlindungan terhadap proyek Lapangan Gas Abadi Blok Masela.
Direktur Teknik Tugu Insurance, Fadlil Iswahyudi, menjelaskan bahwa skema perlindungan asuransi untuk proyek yang berada di bawah pengelolaan SKK Migas tersebut akan dilakukan melalui konsorsium yang melibatkan sejumlah perusahaan asuransi, dengan Tugu Insurance bertindak sebagai pemimpin (leader).
“Untuk proyek di bawah SKK Migas, terdapat konsorsium asuransi. Tugu Pratama menjadi leader, sehingga ada beberapa perusahaan asuransi lain yang turut terlibat,” ujar Fadlil dalam kegiatan Media Meet Up di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam penyediaan perlindungan asuransi proyek Blok Masela adalah skala proyek yang sangat besar. Proyek tersebut bahkan disebut berpotensi menjadi salah satu proyek migas lepas pantai (offshore) terbesar di dunia.
Menurut Fadlil, nilai investasi proyek diperkirakan mencapai 20 miliar hingga 30 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara itu, kapasitas pasar asuransi migas offshore global saat ini hanya berada pada kisaran 5 miliar hingga 6 miliar dolar AS.
“Artinya, untuk Masela, seluruh kapasitas asuransi di dunia berpotensi akan digunakan. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk mengorkestrasi kebutuhan perlindungan tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, Tugu Insurance masih akan mempelajari secara mendalam syarat dan ketentuan perlindungan, termasuk cakupan risiko yang akan dijamin dalam proyek tersebut.
Sebagai informasi, proyek LNG Abadi Blok Masela telah memasuki tahap pembangunan setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada 16 Juli 2026.
Proyek strategis nasional tersebut memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS dan ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2029 hingga 2030. Kehadiran proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta meningkatkan produksi gas alam Indonesia.
