Jakarta, bloknesia.net – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatatkan tambahan potensi produksi migas melalui pengembangan tiga sumur infill di wilayah Sumatera Selatan.

Tiga sumur tersebut berada di wilayah kerja Pertamina EP Limau dan Adera Field, yakni KRG-042, DWA-071, dan BNG-081. Dari ketiga sumur ini, PHR Zona 4 berpotensi menambah produksi minyak nasional lebih dari 1.400 barel per hari (BOPD) serta gas lebih dari 4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil penerapan inovasi dan teknologi dalam mengoptimalkan potensi lapangan migas yang telah matang (mature).

“Keberhasilan pengembangan tiga sumur infill di Zona 4 merupakan buah dari inovasi pendekatan dan penerapan teknologi andal untuk terus mengoptimalkan potensi migas,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Sumur pertama, KRG-042, berada di Struktur Karangan Timur, Kota Prabumulih, wilayah kerja Pertamina EP Limau Field. Pengeboran sumur ini berlangsung selama 25 hari dan dilakukan uji alir awal pada 16 Juli 2026 dengan potensi produksi minyak mencapai 777 BOPD.

Pengembangan sumur KRG-042 memanfaatkan teknologi Electric Submersible Pump (ESP), yakni sistem pengangkatan buatan berupa pompa sentrifugal yang ditempatkan di dalam sumur untuk meningkatkan produksi, terutama pada sumur dengan tekanan alami yang menurun.

Sumur kedua, DWA-071, terletak di Struktur Dewa, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bagian dari wilayah kerja Pertamina EP Adera Field. Sumur ini menjadi pengeboran pengembangan pertama di area tersebut dalam lebih dari enam tahun terakhir sejak pengeboran terakhir pada 2019.

Pengeboran DWA-071 dilakukan selama 47 hari dan pada uji alir awal 15 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi minyak sebesar 375,84 BOPD dan gas 0,196 MMSCFD. Keberhasilan sumur ini didukung data dari survei 3D Seismik IDAMAN yang dilaksanakan pada 2024–2025.

Sementara itu, sumur ketiga, BNG-081, berada di Struktur Benuang, Kabupaten PALI. Sumur ini dibor selama 30 hari dan pada uji alir awal 20 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi minyak sebesar 264,4 BOPD dan gas 3,064 MMSCFD.

Pengembangan sumur BNG-081 didukung oleh data survei 3D Seismik Karbela yang sebelumnya dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan lapangan secara infill dan ekstensif di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Pjs.) General Manager PHR Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menyampaikan bahwa hingga akhir Juli 2026 pihaknya telah menyelesaikan pengeboran 40 sumur pengembangan.

“PHR Zona 4 akan terus melakukan upaya peningkatan produksi dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumur infill di wilayah kerja,” ujarnya.

Hingga akhir 2026, PHR Zona 4 menargetkan penyelesaian 83 sumur pengembangan dengan target produksi sebesar 30.305 BOPD untuk minyak dan 485,07 MMSCFD untuk gas.

PHR Zona 4 menyatakan akan terus mengoptimalkan pengembangan lapangan migas dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja serta efisiensi operasional guna mendukung target produksi nasional.