Surabaya, bloknesia.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Indriani Yulia Mariska, mendorong pemerintah untuk memprioritaskan layanan trauma healing bagi para penyintas kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
“Negara harus memastikan para korban tidak menghadapi luka batin sendirian. Pendampingan psikologis perlu menjadi bagian dari penanganan pascakejadian,” ujar Indriani di Surabaya, Selasa.
Ia menjelaskan, para penyintas berpotensi mengalami trauma mendalam setelah menghadapi situasi darurat, mulai dari kepanikan saat kapal terbakar, upaya menyelamatkan diri, hingga kemungkinan kehilangan anggota keluarga.
Menurutnya, layanan pemulihan psikologis harus diberikan secara menyeluruh dan terkoordinasi oleh pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga pemerintah kabupaten/kota sesuai domisili korban.
Indriani menilai, penanganan sejak dini akan memperbesar peluang penyintas untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, bersekolah, dan berinteraksi di lingkungan sosial tanpa dibayangi trauma berkepanjangan.
Ia menambahkan, pengalaman menghadapi kebakaran di atas kapal hingga menyaksikan korban jiwa berisiko memicu gangguan kesehatan mental, seperti acute stress disorder (ASD), post traumatic stress disorder (PTSD), kecemasan, maupun depresi apabila tidak segera ditangani.
Selain penyintas, lanjutnya, pendampingan psikologis juga penting diberikan kepada awak kapal, personel SAR, tenaga kesehatan, serta relawan yang terlibat dalam proses evakuasi karena turut menghadapi tekanan emosional selama operasi penyelamatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai skema layanan trauma healing yang akan diberikan kepada para korban.
