Surabaya, bloknesia.net – Jumlah korban luka akibat insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang dirawat di RS PHC Surabaya bertambah menjadi 12 orang hingga Selasa (4/8/2026). Sebanyak 11 pasien masih menjalani rawat inap, sementara satu lainnya telah diperbolehkan rawat jalan sehari sebelumnya.

Hospital Director RS PHC Surabaya, dr. Rony Kurniawan, mengatakan penambahan pasien terjadi pada Selasa siang. “Siang tadi nambah satu lagi (pasien ke-12). Total sebelas (rawat inap),” ujarnya saat ditemui di rumah sakit.

Menurut Rony, pasien terbaru mengalami keluhan serupa dengan korban lainnya, seperti mual, muntah, kelelahan, serta penurunan kondisi fisik pascakebakaran kapal. Seluruh pasien saat ini telah mendapatkan penanganan medis, termasuk pemberian cairan untuk membantu proses pemulihan.

“Sementara kami belum ada informasi tambahan. Sepertinya ini kloter terakhir, tetapi kami masih menunggu perkembangan,” katanya.

Secara umum, kondisi fisik para pasien dilaporkan mulai stabil. Meski demikian, sejumlah korban masih mengalami trauma psikis, namun tetap dapat berkomunikasi dengan baik.

“Kondisi sudah mulai membaik. Mereka sudah bisa makan, anak-anak juga mulai ceria setelah bertemu kembali dengan keluarga yang sempat terpisah saat evakuasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila kondisi kesehatan terus membaik, sebagian pasien diperkirakan dapat dipulangkan dalam satu hingga dua hari ke depan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan dokter yang menangani masing-masing pasien.

“Semuanya tergantung hasil evaluasi dokter yang memantau perkembangan pasien dari waktu ke waktu,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 62 korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan Kapal Negara (KN) Masalembo pada Selasa (4/8/2026).

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebut jumlah tersebut merupakan pembaruan dari data sebelumnya yang mencatat 57 orang pada Senin (3/8/2026).

Secara keseluruhan, Basarnas mencatat total korban dalam insiden tersebut mencapai 238 orang, meningkat dari data sebelumnya sebanyak 233 orang.