SURABAYA, bloknesia.net – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, meminta seluruh sekolah tidak mewajibkan orang tua membeli seragam maupun perlengkapan tertentu yang berpotensi menambah beban ekonomi keluarga.

Permintaan itu disampaikan menyusul munculnya keluhan masyarakat terkait tingginya biaya perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru 2026.

Menurut Deni, setiap kebijakan sekolah harus berpihak pada kepentingan peserta didik dan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Sekolah harus memiliki empati dan tidak membuat kebijakan yang memaksa orang tua membeli seragam atau perlengkapan tertentu hingga menimbulkan beban ekonomi,” kata Deni, Jumat (24/7/2026).

Ia menegaskan, sekolah negeri sebagai penyelenggara layanan publik wajib memastikan proses penerimaan murid baru dan awal tahun ajaran berjalan tanpa kebijakan yang memaksa orang tua mengeluarkan biaya di luar ketentuan.

Deni juga mengingatkan agar sekolah tidak menjadikan momentum tahun ajaran baru sebagai alasan munculnya berbagai kewajiban tambahan yang justru memberatkan masyarakat.

“Pendidikan harus menjadi ruang yang ramah bagi semua, bukan justru menghadirkan kecemasan karena biaya yang terus bertambah,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa sekolah tidak boleh memberikan kesan orang tua wajib membeli seragam atau perlengkapan dari penyedia tertentu. Menurutnya, masyarakat harus tetap memiliki keleluasaan menyesuaikan kebutuhan pendidikan anak dengan kemampuan ekonomi masing-masing.

“Jangan sampai persoalan seragam justru menjadi penghalang anak memperoleh pendidikan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Deni mengajak masyarakat untuk memanfaatkan saluran pengaduan resmi apabila menemukan kebijakan sekolah yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Ia memastikan DPRD Jawa Timur akan mengawal setiap laporan secara objektif dan transparan agar hak peserta didik serta orang tua tetap terlindungi.