Lampung, bloknesia.net – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan bantuan pangan kepada 5.500 keluarga rentan melalui Program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP) 2026. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, di Balai Pekon Wonodadi, Kabupaten Pringsewu.
Lampung menjadi salah satu dari dua provinsi di Indonesia yang menerima program IPKP 2026, bersama Nusa Tenggara Timur. Program ini menyasar 5.500 kepala keluarga dari kelompok Desil 1 sebagai bagian dari upaya menekan kerawanan pangan serta mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus memastikan mereka memperoleh akses pangan bergizi,” ujar Jihan dalam sambutannya.
Bantuan tersebut dialokasikan kepada 3.300 keluarga di Kabupaten Lampung Timur dan 2.200 keluarga di Kabupaten Pringsewu. Setiap paket bantuan berisi telur, minyak goreng, susu fortifikasi, garam beryodium, kacang hijau, dan bihun jagung.
Meski demikian, Jihan menegaskan bahwa bantuan sosial bukan solusi jangka panjang. Pemerintah daerah, kata dia, terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Sejumlah program yang dijalankan antara lain Desaku Maju, pelatihan vokasi, penguatan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), serta dukungan terhadap Koperasi Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, dan Sekolah Rakyat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Provinsi Lampung menunjukkan tren penurunan menjadi 9,66 persen pada September 2025.
Di akhir sambutannya, Jihan menekankan pentingnya pemutakhiran data DTSEN agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Data harus mencerminkan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Jangan sampai warga yang membutuhkan justru terlewat,” tegasnya.
