Surabaya, bloknesia.net – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, dalam konferensi pers bersama awak media di Kantor PWNU Jatim, Selasa (21/7/2025).

Menurut Kiai Matin, penugasan kepada Gus Kikin merupakan hasil kesepakatan bersama antara PWNU Jawa Timur dan seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur melalui serangkaian rapat internal.

“Ini bukan keinginan pribadi beliau. Kita tanya beliau siap atau tidak, dan beliau menyatakan siap. Murni aspirasi dari PCNU. Alhamdulillah seluruh PCNU bersama PWNU satu garis mengusung Gus Kikin,” ujarnya.

Saat ini, Gus Kikin diketahui menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur sejak pertengahan 2024. Ia juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, salah satu pesantren bersejarah yang didirikan oleh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.

Kiai Matin menjelaskan, penunjukan Gus Kikin dilandasi sejumlah pertimbangan penting. Salah satunya adalah sikap Gus Kikin yang tidak mencalonkan diri secara pribadi, melainkan menerima mandat dari hasil konsolidasi organisasi.

Selain itu, Gus Kikin dinilai konsisten menyuarakan pentingnya kembali pada Qanun Asasi yang dirumuskan KH M Hasyim Asy’ari sebagai landasan dasar organisasi Nahdlatul Ulama.

“Selain dzurriyah KH Hasyim Asy’ari, Gus Kikin juga memiliki pengalaman organisasi yang matang hingga tingkat PBNU. Sosoknya teduh, tidak gaduh, dan mengedepankan ukhuwah,” jelasnya.

Menanggapi penugasan tersebut, Gus Kikin mengaku sebelumnya tidak memiliki keinginan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun, ia akhirnya menerima mandat tersebut sebagai bentuk amanah dari organisasi.

“Saya sebetulnya tidak banyak tahu apa yang akan dilakukan. Begitu masuk acara, saya langsung didaulat dan diberi tugas itu. Jadi saya harus menyiapkan diri,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penugasan tersebut merupakan tanggung jawab besar, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Karena itu, ia berharap seluruh pihak yang memberikan mandat turut bertanggung jawab dalam perjalanan kepemimpinannya ke depan.

“Bila memang sudah ditugaskan, insyaallah saya siap. Dengan catatan yang memberi amanah juga turut bertanggung jawab bila dimintai pertanggungjawaban kelak,” pungkas Gus Kikin.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada Agustus 2026 mendatang diprediksi menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Dukungan solid dari PWNU dan PCNU se-Jawa Timur menjadikan nama Gus Kikin sebagai salah satu kandidat kuat dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.