PAMEKASAN, bloknesia.net – Puluhan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kecamatan Palengaan bersama tokoh masyarakat mendatangi Pendopo Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Senin (20/7/2026). Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana pendirian gerai Indomaret di Desa Panaan.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang khawatir keberadaan ritel modern dapat mengancam pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat.

Perwakilan tokoh masyarakat, Abdul Basid, menyatakan bahwa penolakan tersebut dilandasi komitmen bersama dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat lokal.

“Kami memiliki ikhtiar bersama untuk membangun dan mengembangkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang saat ini mulai tumbuh di bawah bimbingan para ulama dan masyayikh,” ujarnya.

Basid menegaskan, pihaknya meminta Bupati Pamekasan untuk meninjau ulang serta mencabut izin pendirian dan operasional Indomaret tersebut.

Ia juga meminta pemerintah daerah tidak lagi memberikan izin pendirian ritel modern serupa di Kecamatan Palengaan.

Menurutnya, masyarakat telah bersepakat menjadikan Palengaan sebagai kawasan percontohan pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan yang fokus pada pemberdayaan UMKM, ritel lokal, sektor pertanian, transportasi, jasa ekspedisi, hingga industri rumahan.

“Kehadiran ritel modern dikhawatirkan akan menghambat program pemberdayaan ekonomi yang sedang kami bangun. Ini juga kami nilai bertentangan dengan semangat UUD 1945 Pasal 33,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan mempertimbangkan aspirasi tersebut secara serius dengan mengedepankan prinsip musyawarah, keadilan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat luas.

“Kami berharap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dalam pernyataannya, Basid juga mengingatkan bahwa jika aspirasi tersebut tidak diindahkan, pihaknya tidak bertanggung jawab atas kemungkinan munculnya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kapolsek Palengaan, AKP Muhammad Syaifuk, mengatakan bahwa pihak kepolisian hanya melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami dari Polsek hanya melakukan pengamanan. Alhamdulillah kegiatan berjalan tertib dan kondusif,” singkatnya.

Hingga berita ini diturunkan, Camat Palengaan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi penolakan tersebut.